About Us

Industri Alas Kaki Indonesia, Seiring meningkatnya persaingan membuat lanskap ritel saat ini semakin ketat, lebih banyak pengecer harus masuk ke kategori baru sebagai sarana untuk pertumbuhan. Alas kaki memiliki potensi besar karena meningkatnya permintaan di kalangan konsumen, khususnya di Asia.

Pendapatan untuk Alas Kaki di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai total $1 miliar pada akhir 2019, menandakan peluang komersial yang cukup besar dan juga masuknya pengecer lokal yang ingin memenuhi permintaan yang meningkat. Indonesia adalah kontributor yang signifikan, sebagai negara yang menempati peringkat keempat untuk produksi sepatu global.

Saat permintaan lokal berkembang biak, pengecer tidak punya pilihan selain beradaptasi dengan cepat dengan tren yang bergerak cepat. Dalam lanskap kompetitif saat ini, kegagalan untuk melakukannya akan mengakibatkan hilangnya peluang.

Industri Alas Kaki Indonesia

Untuk menganalisis industri alas kaki saat ini di Indonesia, kami melihat data peritel multi-label, Zalora Indonesia. Rekanannya di Inggris, Asos, digunakan sebagai pembanding untuk mengungkap adanya pergeseran permintaan antara pasar Indonesia dan Inggris.

Kami memberi peringkat lima subkategori alas kaki teratas dan menemukan bahwa Boots memiliki peringkat yang berbeda-beda di kedua pasar – yang dapat dikaitkan dengan perbedaan musim. Namun, Heels tetap menjadi kategori terbesar untuk kedua pasar.

Untuk melihat permintaan yang sedang tren dari pasar lokal, kami akan memperbesar tiga subkategori alas kaki terkemuka di Zalora Indonesia.

sepatu hak tinggi

Siluet klasik dari heels berujung runcing muncul di runway FW19 dari desainer ternama seperti Balenciaga dan Burberry. Tren tersebut sudah diadopsi oleh mass market dan juga di pasar Indonesia, seperti yang ditunjukkan oleh data kami.

Di atas adalah contoh model Heels yang laris dengan siluet ujung runcing. Warna krem-merah muda adalah warna yang menonjol.

Sandal dan Sandal Jepit

Karena iklim tropis Indonesia, tidak mengherankan jika sandal dan sandal jepit – sepatu yang biasanya identik dengan musim panas – adalah subkategori kedua yang paling banyak tersedia di Zalora. Buku terlaris di atas menggambarkan preferensi pasar untuk siluet yang bebas repot, seperti slide.

Flats

Di bawah subkategori Flats di Zalora Indonesia, dapat diamati bahwa tren ujung runcing disilangkan ke Flats, memberikan pembaruan gaya Ballet Pump klasik. Ini menunjukkan tren yang dapat diadaptasi ke dalam berbagai subkategori alas kaki.

Arsitektur Harga

Memahami permintaan pasar membutuhkan lebih dari sekadar melihat tren produk di ritel. Setelah tren terlaris telah ditetapkan, penting juga untuk mencatat titik harga yang ditetapkan oleh pengecer. Penetapan harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah meminimalkan perolehan laba, terutama bila dibandingkan dengan para pemimpin industri.

Sebagian besar koleksi alas kaki di Zalora Indonesia berada dalam kisaran harga Rp 300.000 – 400.000. Ini menyoroti kisaran harga rata-rata untuk tiga subkategori terbesar.

Meskipun melihat arsitektur harga di pengecer akan memberikan wawasan tentang strategi penetapan harga, langkah lebih lanjut akan memungkinkan Anda untuk mengungkapkan berapa banyak konsumen yang bersedia membelanjakan untuk berbagai subkategori sepatu.

Dengan menganalisis silang kisaran harga yang ditawarkan oleh pengecer terhadap kisaran harga yang benar-benar habis, kisaran harga yang ideal dapat dengan mudah ditentukan. Membandingkan dua grafik menunjukkan jumlah SKU untuk Sepatu Hak dengan harga penuh melebihi jumlah penjualan, terutama untuk kisaran harga yang lebih tinggi. Hal ini dapat menyebabkan masalah persediaan yang terlalu banyak menimbun dan pengecer harus menggunakan penurunan harga yang berlebihan untuk mendorong penjualan.

Takeaway Utama Industri Alas Kaki Indonesia

Dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 5,4%, industri alas kaki Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Tuntutan pasti akan meningkat. Memperoleh wawasan yang akurat dengan kecepatan maksimum akan memungkinkan pengecer untuk tetap menjadi yang terdepan di pasar yang kompetitif.

Lebih dari 115.000 titik data dianalisis pada produk yang dijual secara online untuk seluruh pasar AS dan Inggris dari 1 Juli hingga 31 September, seperti yang dilacak oleh Omnilytics.

Ekspor alas kaki Indonesia dengan pertumbuhan tahunan 8,97%

Menurut Aprisindo, tahun lalu ekspor alas kaki Indonesia mencatat kinerja yang baik, mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 8,97% dan Firman Bakrie, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), menilai ada tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap kinerja positif tersebut. Pertama, komitmen buyer untuk menjaga order sudah dirasakan sejak April 2020.

Kedua, Indonesia tetap menjadi source base country bagi buyer yang sudah berkomitmen untuk menyelesaikan order. Ketiga, permintaan sepatu di luar negeri meningkat karena perkembangan tren olahraga sejak pandemi menyebar ke seluruh dunia. “Tiga hal inilah yang menjadi faktor utama yang menyebabkan permintaan alas kaki tumbuh,” kata Firman kepada Bisnis.

Pak Bakrie meyakini kinerja positif ekspor alas kaki akan berlanjut tahun ini. Namun, bukan berarti sektor alas kaki bebas dari tantangan. Menurut Firman, kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) yang terjadi di kawasan sentra industri seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Banten untuk alas kaki bisa menjadi masalah tahun ini.

Kenaikan UMK diyakini akan berpengaruh terhadap minat investasi di Tanah Air ke depan. Tahun ini, lanjutnya, pemerintah diharapkan terus memaksimalkan negara tujuan ekspor tradisional untuk industri alas kaki, salah satunya Amerika Serikat. Selain itu, dukungan pemerintah juga diharapkan dari implementasi UU No. 11/2021 tentang Penciptaan Lapangan Kerja yang diharapkan dapat menarik investor baru.